Pages

Subscribe:

Selasa, 14 Januari 2014

PENENTUAN DEFISIENSI BESI ANEMIA PENYAKIT KRONIS MENGGUNAKAN PERAN INDEKS sTfR-F

Anemia penyakit kronis
Anemia penyakit kronis merupakan bentuk anemia derajat ringan sampai sedang yang terjadi akibat:
infeksi kronis, peradangan, trauma dan penyakit neoplastik yang telah berlangsung 1–2 bulan dan
tidak disertai penyakit hati, ginjal dan endokrin. Jenis anemia ini ditandai dengan kelainan metabolisme
besi, sehingga terjadi hipoferemia dan penumpukan besi di makrofag.

Untuk melihat naskah aslinya
download disini....

Anemia defisiensi besi pada balita

Hingga saat ini di indonesia masih terdapat 4 masalah gizi utama yaitu KKP (Kurang Kalori Protein), Kurang vitamin A, Gangguan Akibat Kurang Iodium (GAKI) dan kurang zat besi yang disebut Anemia Gizi (kodyat, A,1993)
Sampai saat ini salah satu masalah yang belum nampak menunjukkan titik terang keberhasilan penanggulangannya adalah masalah kekurangan zat besi atau dikenal dengan sebutan anemia gizi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang paling umum dijumpai terutama di negara–negara sedang berkembang. anemia gizi pada umumnya dijumpai pada golongan rawan gizi yaitu ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, anak sekolah, anak pekerja atau buruh yang berpenghasilan rendah (wijayanti,Y,1989).

untuk melihat naskah aslinya...
download disini ya.....

Anemia

Anemia merupakan masalah medik yang paling sering dijumpai di klinik di seluruh dunia, disamping sebagai masalah kesehatan utama masyarakat, terutama di negara berkembang.



mau lihat naskah aslinya...
download disini aja...

Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia Defisiensi Besi terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi

Anemia defisiensi besi dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar hemoglobin < 10,5 gr% pada trimester II dan merupakan salah satu penyebab kematian pada ibu hamil . Pada tahun 2007, prevalensi anemia pada ibu hamil di negara berkembang 43 % dan 12 % pada wanita hamil di negara maju. Di Indonesia prevalensi anemia kehamilan relatif tinggi, yaitu 38% -71.5% dengan rata-rata 63,5%. Pemberian tablet tambah darah merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan dan penanggulangan anemia dan diharapkan ibu hamil dapat mengonsumsi tablet zat besi lebih dari 90 tablet selama kehamilan.

Untuk mengetahui naskah aslinya
download disini......

Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia

Pengetahuan adalah segala apa yang diketahui atau apa yang akan diketahui berkenaan dengan suatu hal. Biasanya pendidikan, usia, penyuluhan, pengalaman dan perkembangan media media masa adalah factor factor yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang. Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12 g/100 ml,anemia biasanya didefinisikan sebagai konsentrasi haemoglobin dalam darah kurang dari 13,5 g/dl pada laki-laki dan kurang dari pada 11,5 g/dl pada wanita dewasa, walaupun beberapa orang memakai 14 g/dl dan 12 g/dl sebagai batas terendah normal pada orang dewasa. Anemia sering dialami oleh ibu ibu, utamanya oleh ibu yang sebang dalam masa kehamilan. Hal ini dikarenakan Volume darah Selama kehamilan akan meningkat sebanyak
kurang lebih 40-50% untuk memenuhi kebutuhan bagi sirkulasi plasenta. Volume plasma meningkat lebih banyak dari pada volume sel darah merah (yang peningkatannya hanya sekitar 30%) dari kesemuanya itu akan mengakibatkan hemodilusi dengan penurunan kadar Hb hingga mencapai kurang lebih 80% dari nilai normal sehangga sering dapat mengakibatkan anemia

Untuk melihat naskah aslinya....download disini........

Anemia defisiensi besi

Salah satu masalah gizi remaja yang berkaitan langsung dengan AKI adalah anemia defisiensi besi.
Jenis Anemia defisiensi besi merupakan jenis kasus anemia yang paling sering dijumpai. Data WHO menyebutkan sekitar 2 miliar penduduk dunia terkena penyakit tersebut (Juanita, 2008). Tidak seperti masalah gizi lainnya,anemia defisiensi besi cukup sering terjadi baik di negara berkembang maupun
negara industri, yang dapat diderita oleh seluruh kelompok umur mulai dari bayi,balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Asia Tenggara memiliki prevalensi anemia defisiensi besi pada wanita yang paling tinggi di seluruh dunia,dengan 80% dari wanita hamil mengalami anemia defisiensi besi (Kennedy,
et al.,2005), sedangkan di Afrika, anemia defisiensi besi dialami oleh 47% wanita hamil, 39% di Amerika Latin, 65% di Mediterania Timur, 46% di pasifik Barat.Di Amerika Serikat defisiensi besi umum terjadi pada anak-anak usia 1-2 tahun yaitu sebesar 7%serta pada remaja putri dan wanita yang mengalami haid (9-16%) (NAAC, 2005)




 Untuk melihat naskah aslinya

Download disini

Senin, 13 Januari 2014

Anemia defisiensi zat besi

 ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI
I. DEFINISI
¹Anemia defisiensi zat besi adalah kondisi dimana seseorang tidak memiliki zat
besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya atau pengurangan sel darah
karena kurangnya zat besi.



Untuk melihat naskah aslinya 
download disini ya....